Senin, 05 Desember 2011

Penghuni Kerangkeng Besi

Jejak kaki mengitari ruangan jeruji-jeruji besi, bisikan-bisikan senada menyelinap ke dasar pikiran, pergulatan dimulai, pertempuran menjadi ambisi, amunisi demi amunisi mulai diisi, perlakuan kejam mengekang mereka didasar keterpurukan, aksi demi aksi mereka pertontonkan, manusia jeruji kerangkeng besi selayaknya binatang liar, mereka mulai mengambil jalan kiri untuk mempertahankan kehidupan sesaatnya. 

Para penghuni kerangkeng jeruji besi, memaksa nurani mereka ternoda dalam perhelatan panjang. Pengorbanan dilaluinya tanpa mengenal naluri manusia, mereka sesaat memandang celah-celah jeruji besi, layaknya menginginkan kebebasan dimilikinya.

1 komentar:

  1. Kekarkan urat-urat ambisi kebebasan!
    Remas dan patahkan belenggu jeruji-jeruji kepalasuan nan tidak adil!
    Lari pada kebebasan hakiki. . . .

    (Tofix) akubersastra.blogspot.com

    BalasHapus