Jumat, 20 Januari 2012

Tempat perasingan, dimana terletak di kepulauan Buru. Di sana tempatnya pekerja rakyat jelata. Saat itu tahun 1978, Hidero namannya, pria berkulit sawo matang, bertubuh tegap berambut ikal dan berdarah Minang.salah satu dari sekian banyak pekerja keras, beradu mulut dengan pekerja yang lain, dikarenakan Hidero dituduh menyembunyikan pakain kusut yang sering ia gunkana. Ditengah-tengah kegaduhan tersebut, dari arah barat terlihat pemuda gagah, berpakaian habu-abu yang bertugas mengawasi pekerja rakyat tersebut. Di penjajahan itu, memang terjadi sebuah pemaksaan dan ketertindasan yang di alami pekerja rakyat itu. Hidero dipanggilnya menghadap komandan kompeni, Hidero disuruh menceritakan dengan jawaban sejujur-jujurnya. Hidero tidak mengakui tuduhan yang dilontarkan teman sesama pekerja itu. Sang komandan menyuruh bawahannya untuk membawa Hidero ke suatu tempat, tempat itu itu terkenal mengerikan oleh sebagian pekerja yang lain, tempat dimana pekerja mendapat siksaan yang tidak manusiawi. Ketika itu Hidero dibawa oleh kedua anggota petugas  yang berpawakan tegak, (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar